![]() |
| 6. Just promise to me PLEASE!! |
Jumat, 06 Juli 2012
Minggu, 24 Juni 2012
Kisah Inspiratif 5 (penciptaan indah seorang wanita)
5. Penciptaan Indah SEORANG *WANITA*
Ketika tuhan
menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
"mengapa begitu lama menciptakan wanita, tuhan?"
tuhan menjawab,
"sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?" lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub,
"hanya dengan dua tangan? Tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
"tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari".
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
"tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?"
tuhan menjawab,
"itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata."
"untuk apa?", tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan,
"air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
"mengapa begitu lama menciptakan wanita, tuhan?"
tuhan menjawab,
"sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?" lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub,
"hanya dengan dua tangan? Tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
"tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari".
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
"tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?"
tuhan menjawab,
"itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata."
"untuk apa?", tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan,
"air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
Kisah Inspiratif 4 (pengorbanan terakhir seekor anjing)
4. pengorbanan terakhir seekor anjing
Sepasang suami
istri yang sudah dikaruniai seorang anak berumur 1 tahun hidup dengan bahagia.
Mereka memelihara seekor anjing yang begitu setia. Sejak dari pacaran sampai sudah dikaruniai anak, anjing ini telah menjadi bagian dalam hidup mereka. Peliharaan, teman bermain, penjaga sekaligus pelindung keluarga.
Merekapun sangat menyayangi dan mempercayai anjing ini. Suatu saat kedua suami istri ini keluar rumah dan meninggalkan anak mereka bersama anjing peliharaannya.
Namun mereka lupa memberi makan anjing tersebut.
Saat mereka pulang, mereka dikejutkan dengan tetesan-tetesan darah yang berserahkan dilantai. Kaget, takut dan khawatir bercampur aduk dalam benak mereka.
Merekapun langsung berlari menuju kamar. Didepan pintu kamar, duduk anjing peliharaan itu dengan mulut yang masih meneteskan darah segar.
Histeris, kedua suami-istri berteriak.
Si istri terduduk lemas dengan isak tangis, sedangkan sang suami langsung mengambil kursi yang ada diruangan, dan menghantamkannya bertubi-tubi ke kepala anjing tersebut. Si anjing seolah pasrah menerima nasibnya tanpa berusaha menghindar sampai akhirnya mati.
Dengan perasaan hancur dan tangis yang semakin menjadi, kedua suami istri itu pun berpelukan. Dalam hati mereka tidak menyangka telah kehilangan sang buah hati dan anjing peliharaan bersamaan.
Dengan langkah lunglai, keduanya memasuki kamar. Dan betapa kagetnya mereka saat melihat anak mereka tertidur pulas diatas ranjang, sedangkan disamping ranjang tergeletak seekor ular sudah mati berlumuran darah.
Mereka baru sadar ternyata...anjing peliharaan itu telah melindungi anak mereka dari ancaman si ular.
Dari cerita ini kita belajar janganlah ceroboh dalam bertindak karena penyesalan selalu datang terakhir dan sayangi selalu hewan peliharaan anda karena hewan itu ternyata lebih setia daripada manusia.
Mereka memelihara seekor anjing yang begitu setia. Sejak dari pacaran sampai sudah dikaruniai anak, anjing ini telah menjadi bagian dalam hidup mereka. Peliharaan, teman bermain, penjaga sekaligus pelindung keluarga.
Merekapun sangat menyayangi dan mempercayai anjing ini. Suatu saat kedua suami istri ini keluar rumah dan meninggalkan anak mereka bersama anjing peliharaannya.
Namun mereka lupa memberi makan anjing tersebut.
Saat mereka pulang, mereka dikejutkan dengan tetesan-tetesan darah yang berserahkan dilantai. Kaget, takut dan khawatir bercampur aduk dalam benak mereka.
Merekapun langsung berlari menuju kamar. Didepan pintu kamar, duduk anjing peliharaan itu dengan mulut yang masih meneteskan darah segar.
Histeris, kedua suami-istri berteriak.
Si istri terduduk lemas dengan isak tangis, sedangkan sang suami langsung mengambil kursi yang ada diruangan, dan menghantamkannya bertubi-tubi ke kepala anjing tersebut. Si anjing seolah pasrah menerima nasibnya tanpa berusaha menghindar sampai akhirnya mati.
Dengan perasaan hancur dan tangis yang semakin menjadi, kedua suami istri itu pun berpelukan. Dalam hati mereka tidak menyangka telah kehilangan sang buah hati dan anjing peliharaan bersamaan.
Dengan langkah lunglai, keduanya memasuki kamar. Dan betapa kagetnya mereka saat melihat anak mereka tertidur pulas diatas ranjang, sedangkan disamping ranjang tergeletak seekor ular sudah mati berlumuran darah.
Mereka baru sadar ternyata...anjing peliharaan itu telah melindungi anak mereka dari ancaman si ular.
Dari cerita ini kita belajar janganlah ceroboh dalam bertindak karena penyesalan selalu datang terakhir dan sayangi selalu hewan peliharaan anda karena hewan itu ternyata lebih setia daripada manusia.
Kamis, 03 Mei 2012
Kisah Inspiratif 3 (Pengorbanan Soerang Ayah)
3. Pengorbanan Seorang Ayah
KISAH INSUPERATIF Ayah Menggendong Mayat
Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !! Terjadi Di Jakarta
!!!, Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar
Ambulan !! Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab,
mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong
mayat anak, khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di kampung
Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono
dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si
anak adalah korban kejahatan.
Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi. Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi.
Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu.
Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya. Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau.
Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu. Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.
Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya.
Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam. Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan.
Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski.
Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan. Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama.
Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya. Klik Bagikan agar semua orang tau betapa besarnya cinta seorang "AYAH"
Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi. Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi.
Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu.
Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya. Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau.
Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu. Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.
Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya.
Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam. Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan.
Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski.
Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan. Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama.
Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya. Klik Bagikan agar semua orang tau betapa besarnya cinta seorang "AYAH"
Kisah Inspiratif 2 (Cinta Tanpa Syarat)
2. Cinta tanpa syarat
Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30
seorang kakek berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di
ibu-jarinya. Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua
dokter masih sibuk dan mungkin dia
baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu
nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Saya merasa
kasihan. Jadi ketika sedang luang saya sempatkan untuk memeriksa lukanya.
Nampaknya cukup baik, sudah kering dan tinggal membuka jahitan dan memasang
perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan
dokter, saya putuskan untuk melakukannya sendiri.
Sambil menangani lukanya, saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat disana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer. Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Saya sangat terkejut dan berkata,
"Bapak masih pergi kesana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?"
Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya dan berkata,
"Dia memang tidak mengenali saya, tetapi saya masih mengenali dia, kan?"
Saya terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan saya masih tetap merinding. Cinta kasih seperti itulah yang saya mau dalam hidupku. Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
Bagi saya pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting :
Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, melainkan mereka dapat berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki... ;)
Sambil menangani lukanya, saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat disana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer. Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Saya sangat terkejut dan berkata,
"Bapak masih pergi kesana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?"
Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya dan berkata,
"Dia memang tidak mengenali saya, tetapi saya masih mengenali dia, kan?"
Saya terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan saya masih tetap merinding. Cinta kasih seperti itulah yang saya mau dalam hidupku. Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
Bagi saya pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting :
Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, melainkan mereka dapat berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki... ;)
Kisah Inspiratif 1 (Pengorbanan Seorang Ibu)
Sepenggal kata :
Terkadang kita lupa untuk lebih berbahagia dan mensyukuri apa yang sudah kita miliki hingga saat ini, berikut ini adalah beberapa kumpulan cerita inspiratif yang saya kutip dari beberapa nara sumber dan website..
Semoga jika kamu adalah orang yang beruntung segera memahaminya dan mensyukurinya, insya allah Rahmat Allah dan ke ridhoan-Nya selalu menyertai kamu... amin...... :)
CEKEPROTTTT....
1. Pengorbanan seorang itu...
Setelah Gempa telah mereda, ketika para
penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat
mayat-nya melalui celah-celah. Tapi wanita tersebut berpose begituaneh,
dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan
dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung
dan kepalanya.
Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim
penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai
tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun,
tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.
Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu
meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun
karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur
dari wanita tadi. Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya
melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita
tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, "Anak kecil! Ada anak
kecil!"
Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan
hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang
sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut
bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan
untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya
untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas
ketika pemimpin tim mengangkatnya.
Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak
kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam
selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, "Jika kamu dapat bertahan
hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Ponsel ini berkeliling
dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca
pesan tersebut menangis. "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat
bahwa aku mencintaimu." Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!
Jumat, 06 April 2012
DAMPAK BURUK INTERNET BAGI ANAK ANAK !!!
Kemajuan teknologi tidak selamanya memberikan dampak positif dan
tidak juga selalu memberikan dampak negatif. kemajuan teknologi itu
ibarat pisau, yang penggunaannya terserah kepada yang sedang memegang
pisau tersebut, bisa digunakan sesuai fitrahnya yaitu menjadi peralatan
dapur, dan juga bisa melenceng menjadi peralatan untuk membunuh. 2
faktor yaitu positif dan negatif memang selalu berdampingan disegala
hal, nah untuk postingan ini saya sengaja menulis tentang hal yang
berkaitan dengan kemajuan tekonologi yaitu Dampak Negatif Internet Bagi Anak, agar para orang tua selalu waspada dan mampu mengambil kebijakan untuk anak-anaknya.
Dampak negatif terbesar dari internet adalah dampak negatif yang
diberikan oleh konten seronok atau porno, saat ini sangat mudah untuk
mengakses situs XXX di internet, mungkin untuk orang dewasa, hal ini
bisa saja dimaklumi, walaupun tetap tidak dibenarkan karena melihat
aurat orang lain, terlebih lagi dilihat oleh anak di bawah umur dan
remaja yang masih labil. hal yang tidak pantas dilihat oleh anak di
bawah umur, malah mereka jadikan tontonan yang seru, dan parahnya lagi,
mereka tidak tahu bahwa yang mereka tonton itulah penyebab utama sering
terjadinya pelecehan seksual dikalangan anak remaja.
Dampak kedua yaitu dampak negatif yang diberikan oleh game online,
sasaran para developers game online adalah anak-anak dan remaja, yang
notabennya mereka adalah pelajar. game online akan mempengaruhi otak
mereka, hingga akhirnya mereka kecanduan dan terbelenggu dalam sebuah
dunia game yang akan membuat mereka malas belajar.
Masih hangat berita tentang anak gadis yang hilang karena media
sosial facebook, sosial network atau jejaring sosial seperti facebook
merupakan situs pertemanan terbesar pertama di dunia, bisa saling
berkenalan, membentuk suatu komunitas, bahkan ada yang sampai berpacaran
berkat facebook, ini dia efek negatifnya, terlalu percaya dengan orang
yang baru dikenalnya, sampai-sampai terjadi pertemuan di dunia nyata dan
akhirnya terjadilah penculikan, sadisnya lagi gadis itu di perkosa.
Selanjutnya ada berita tentang penipuan via internet, iming-iming
uang senilai jutaan rupiah akan dikirim via rekening bank, dengan hanya
mendaftar sebesar Rp500.000 bisa mendapat Rp 2.000.000 per bulannya, dan
setelah sebulan, uang tak kunjung masuk ke rekening, hal inilah yang
sering terjadi di dunia maya, semua serba mudah, dan mudah juga tertipu.
kasus selanjutnya adalah kasus pencemaran nama baik, seperti kasus
Ibu Prita yang menulis tentang pengalaman pahitnya berobat di salah satu
rumah sakit, yang akhirnya membuat dia dituduh sudah mencemarkan nama
baik rumah sakit tersebut, tidak hanya itu, ada juga berita tentang
kakak kandung dari alm. Ajdie Masaid yang menulis di blog pribadinya
tentang keburukan mantan istri adiknya itu, dan kasus selebriti yang
sepertinya tidak ada ujungnya.
Hal di atas sudah seharusnya menjadi perhatian para orang tua,
untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, bukan melarang anak namun
mampu mengambil kebijakan yang tepat terhadap anak dalam penggunaan
internet, tidak membebaskan sebebas-bebasnya anak berseluncur di dunia
maya, menjelaskan terhadap dampak negatif yang akan terjadi dengan jujur
tanpa ada yang ditutup tutupi, hal ini merupakan cara yang tepat agar
anak mampu berpikir dewasa dan mengambil sikap yang tepat.
Langganan:
Postingan (Atom)





